Sary Putri Darvi
Sabtu, 16 Desember 2017
PUISI PERSAHABATAN
Persahabatan
Berjalan mengukir sejarah
Meniti sang waktu dalam lingkar masa
Jauh sebelum kita bertemu
Takdir telah menggariskan kita hidup dalam satu waktu
Persahabatan ini adalah gelang kehidupan
Yang mengikat tangan kita dengan kasih dan sayang
yang kan menjadi senyum saat kita bersedih
Yang akan menjadi keyakinan saat kita ragu
Persahabatan ini adalah genggaman tangan kita
Takan terjatuh saat kita bersama
Takan tersesat saat kita beriringan melangkah
Takan takut saat kita saling menguatkan
Wahai sahabat,
Engkaulah bintang di pundakku
Seperti malaikat yang mencatat amalku
engkaulah yang mencatatkan kebahagiaan di buku kehidupanku
kian lama hidup yang ku jalani
selalu bersama mu sahabat ku
susah sedih senang yang ku rasakan
bersama mu sahabat ku
sahabat
begitu banyak kenangan yang kita lalui
ke bahagian yang selalu kita rasa bersama
namun musnah dengan sekejap
telah di renggut oleh maut yang tak terduga
kini kau telah pergi meninggalkan ku
meninggalkan semua kenangan kita
menyimpulkan sebuah air mata
yang terjatuh di pipi ku
meski kini kita tak bersama
meski kita telah berbeda kehidupan
namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
karena kau sahabat sejati ku
selamat tinggal sahabat ku
selamat jalan sahabat sejati ku
cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku
selamanya ………
Dalam sebuah kesunyian
Dijalan pelita
Soal hidup yang kadang tak menentu
Merangkai kisah dalam kesendirian
Ungkapan tulus dari seseorang
Seolah menjadi sinar yang mendadak datang
Berbagi duka dan tawa
Ibarat angin yang menebar keceriaan
Atau bulan yang setia menemani kegelapan
Disaat ku jatuh dan pasrah
Kawan…
Temani bintang yang kesepian
Yang cahayanya nyaris pudar ini
Yang enggan menunjukan kerlip kebahagiaannya
Ayo rangkai sebuah kisah persahabatan
Kisah yang tak pernah berakhir meski di telan waktu
Ayo jalani bersama
Takdir kita jalani dengan penuh perjuangan
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian
Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian
Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan
Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
Kuceritakan lagi tentang purnama..
Suatu hari..
Pernah kubayangkan perihnya melihat purnama tersenyum dan pergi menuju arah yang berlawanan
Tepat!
Dipermulaan bulan Dzulhijah
Purnama akan segera pergi
Dan kotak hitam yang mengapung itu akan terseret ombak kehidupan
Hingga ia hilang tanpa arah yang pasti
Tidak ada akhir cerita..
Oleh : Sary Putry darvi .Palembang
Rabu, 13 Desember 2017
Keluarga Kecilku
Keluarga Kecilku
Senyum manis mereka selalu membuat ku semangat
Kasih sayang mereka tidak pernah lepas dariku
Ibu yang selalu mendengar curhatku
Ayah yang selalu memenuhi kebutuhanku
Saudara yang selalu menghiburku
Saatku jauh dari mereka aku rapuh
Cinta mereka lebih dari segalanya
Keluarga kecilku...
Kita memang tidak memiliki harta yang banyak
Tapi kebersamaaan kita jauh lebih indah daripada semua itu
Keluarga ku..
Cinta dan kasih ku selalu ada sampai akhir hayatku
Keluargaku..
Maafkan aku jika pernah melukai perasaan kalian
Maafkan aku yang senantiasa meremehkan kalian
Ku begitu sempurna saat di dekat kalian
4 Tips sederhana ketika di usia 20 an kamu sering merasa galau atau patah hati
4 Tips sederhana ketika di usia 20 an kamu sering merasa galau atau patah hati
Patah hati adalah perkara berat, hal yang tentu saja tak ingin dirasakan berulang-ulang. Yang dulunya saling berbagi cerita, pengalaman dan luka lalu tertawa bersama, namun ternyata tak ubahnya kembali menjadi luka masing-masing. Butuh keberanian yang besar bagi seseorang untuk mengalami patah hati daripada menjalani hubungan yang tak sehat, tak tahu kemana arahnya, dan berlarut-larut dalam kebahagiaan yang sudah lama hilang.
Sekali lagi, patah hati tak pernah mudah, dan butuh waktu yang lama. Apalagi di usia 20an, usia di mana hubungan seharusnya bukanlah untuk main-main. Hubungan yang sudah seharusnya dewasa, dan memiliki kesadaran satu sama lain, saling terbuka. Bagaimana bisa saling percaya jika tak bisa terbuka dan tak berani berkomunikasi? Atau cara berkomunikasinya yang salah? Dalam sebuah hubungan, hanya membuthkan hal yang sangat sederhana, yaitu komunikasi. Apalagi di era milenial, bukan lagi di era kirim surat dengan merpati. Kemudian, apa yang harus dilakukan jika mengalami patah hati di usia 20an? Mari, silakan membaca!
1. Jangan menyangkal kesedihan. Hadapi, karena ini bisa menjadi sarana introspeksi diri
Setelah memutuskan untuk berjalan masing-masing, mungkin ada perasaan akan baik-baik saja, ada perasaan akan kuat yang membentengimu dari segala bentuk kesedihan. Tak perlu pura-pura untuk bersedih, toh hidup memang tak selamanya hanya diisi oleh kebahagiaan.
Setelah memutuskan untuk berjalan masing-masing, mungkin ada perasaan akan baik-baik saja, ada perasaan akan kuat yang membentengimu dari segala bentuk kesedihan. Tak perlu pura-pura untuk bersedih, toh hidup memang tak selamanya hanya diisi oleh kebahagiaan.
Persilakan dirimu untuk bersedih yang sesedih-sedihnya. Keluarkan semua rasa kecewa yang ada di dalam benak dengan berbagai ekspresi. Menangis, berlari kemudian berteriak, menyanyi dengan sekeras-kerasnya hingga lelah.
Tidak, hal tersebut bukan berarti kamu lemah dan cengeng. Bahkan kamu cukup kuat untuk mengakui bahwa kamu sedang menerima satu titik lagi dalam hidupmu.
2. Belajar menerima, agar semuanya berjalan sesuai rencana-Nya
Hal kedua setelah merayakan kesedihan, adalah menerima keadaan diri sendiri dengan seikhlas-ikhlasnya. Akan ada perasaan bahwa diri ini tak berguna, menyedihkan, atau terus-terusan merasa bersalah. Kamu butuh ruang untuk sendiri dan segala perenungannya. Jangan sampai termakan asumsi sendiri dan justru terjebak di dalamnya. Melakukan hal-hal bodoh dan menyiksa diri sendiri hanyalah akan menambah lukamu. Jangan juga mencari orang lain sebagai pelampiasan, karena menjadi bahagia tak perlu menyakiti orang lain.
Kamu perlu menerima dan memeluk dirimu sendiri dengan tenang. Ini hanya hal kecil tentang kekecewaan, lihatlah dengan banyak perspektif dan menyadari bahwa kamu memiliki kekuatan untuk kembali bangkit. Ibaratnya bagaimana bisa kamu mencintai seseorang jika kamu sendiri tak mencintai dirimu sendiri? Mencintailah lagi dengan siap, benar-benar siap.
3. Buat dirimu lebih berharga dengan tidak merutuki nasib. Lebih baik, kembali fokus pada masa depan
Dari pada satu hari kamu sibukkan dengan galau dan bosan, alangkah lebih baik kamu pergi ke luar. Akan banyak energi dari sekitar yang mungkin akan memberikanmu pencerahan serta inspirasi yang baru. Atau misalnya berolahraga, dapat membantumu lebih lega dan bahagia dengan berkeringat. Menulis puisi dan cerita fiksi berdasarkan pengalaman boleh juga, asal tak turut hidup berkesedihan dengan cerita itu.
Hal lain yang bisa dilakukan juga bisa hanya sesederhana mengamati kesibukan hinggar binggar orang. Kamu juga bisa bercerita pada sahabat dan teman-temanmu yang bahkan mereka justru akan menertawaimu, itulah bentuk bagaimana mereka peduli dengan menghiburmu.
4. Tidak ada salahnya membuka kenangan-kenangan lama. Bukan untuk bersedih, melainkan sebaliknya
Mungkin dahulu, mimpi kalian melebur menjadi satu dan memiliki tujuan. Seperti memiliki rumah impian, membangun studio bersama, memiliki album, atau buku bersama. Mimpi-mimpi yang perlahan-lahan kalian bangun mungkin mulai runtuh, namun tidak dengan mimpimu yang mungkin kamu simpan dahulu. Buka kembali daftar mimpi-mimpi itu, kemudian fokus mengerjakannya. Akan lebih bahagia lagi jika mimpimu juga dapat mewujudkan atau membantu mimpi orang lain, karena sekali lagi kita hidup tak sendiri.
Atau bisa saja, mencoba hal-hal baru yang belum pernah kamu jajaki sebelumnya, seperti bergabung dengan organisasi kemanusiaan yang mungkin akan membantumu menurunkan ego dan belajar banyak dari sisi manusia, dan lain-lain. Ingatlah bahwa waktumu masih begitu panjang dan lama.
Sekali lagi, patah hati hanyalah salah satu dari bagian hidup kamu. Kamu mungkin akan merasa sakit, pedih, dan segala perasaan pengalaman buruk. Namun dari sini kamu juga belajar menjadi manusia yang semakin bijak. Tak usahlah fokus pada segala hal buruk yang kamu rasakan, pilih saja hal-hal positif seperti bagaimana pernah ada waktu-waktu yang produktif, pernah ada masa menyenangkan, pernah merasakan hal-hal yang baru juga. Semua serba seimbang pada dulu orang yang kamu pilih, dan juga kamu yang dipilihnya. Untuk alasan itulah, mengapa harus ada dendam pada sebuah pembelajaran?
Sejatinya, masing-masing akan mengalami pembelajaran dari patah hati. Bagaimana yang dirasakan dan dilakukan akan segera tahu sendiri, dan tulisan ini hanya sebagai pengingat, menambah sudut pandang baru jikalau kamu mungkin tak terpikirkan. Jadi, selamat menjalani kehidupanmu lagi dan lagi. Kita ini manusia, terlepas dari segala kelemahan dan kekurangannya, manusia itu bisa berkali-kali kecewa kemudian bangkit lagi kok.
Hiduplah dengan berani!
Motivasi Hidup
Jangan Menyerah
Tidak ada sesuatu yang tidak membutuhkan perjuangan. Hidup sejatinya mengajarkan manusia untuk bisa menjadi pribadi yang tangguh, karena ketangguhan yang kita miliki akan membuka kesempatan kita untuk dapat meraih sesuatu yang bernilai.
Tidak ada yang instan dalam hidup. Segala sesuatu yang ingin kita dapat harus kita perjuangkan terlebih dahulu. Kita tidak akan mendapatkan apapun tanpa disertai perjuangan yang berarti. Ketika kita terjatuh, maka kita harus bangun dan kembali melangkah serta terus melangkah.
Sebagai manusia, kita tidak selalu bisa memiliki apa yang ingin kita miliki. Namun, kita pasti akan mendapatkan yang lebih baik jika kita mau melakukan yang terbaik. Melakukan yang terbaik bukan diluar kapasitas kita, tapi melakukan yang terbaik sesuai dengan kapasitas kita. Terus berjuang, maka segalanya pasti akan menjadi lebih baik.
Selasa, 12 Desember 2017
Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia Di Dunia
Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia Di Dunia
Tidak…!
Tidak… bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya
Tidak… bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu
Tidak… bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri
Tidak… bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.
Tidak… bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.
Tidak… bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.
Tidak… bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.
Tidak… bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.
Tidak… bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.
Tidak… bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.
Ya…!
Ya… Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.
Ya… Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.
Ya… Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang kafir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.
Ya… Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.
Ya… Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.
Ya… Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka
Ya… Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu
Ya… Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.
Ya… Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim
Ya… Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.
Tidak… bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya
Tidak… bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu
Tidak… bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri
Tidak… bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.
Tidak… bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.
Tidak… bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.
Tidak… bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.
Tidak… bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.
Tidak… bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.
Tidak… bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.
Ya…!
Ya… Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.
Ya… Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.
Ya… Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang kafir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.
Ya… Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.
Ya… Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.
Ya… Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka
Ya… Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu
Ya… Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.
Ya… Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim
Ya… Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.
Langganan:
Postingan (Atom)










